Respons Wartawan soal Surat Imbauan Dewan Pers terkait THR : Kalau Enggak Ada Jangan Maksa, Jika Ada Ambil !

Respons Wartawan soal Surat Imbauan Dewan Pers terkait THR : Kalau Enggak Ada Jangan Maksa, Jika Ada Ambil !

0

Wali-news.com, Jakarta – Dewan Pers per tanggal 28 April 2021 mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada beberapa pejabat tinggi negara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika maupun Kepala Biro Humas tingkat Pemkab, Pemkot serta Pemprov se-Indonesia perihal ‘Imbauan Dewan Pers Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H’.

Dalam surat yang diketahui telah beredar luas pada Grup WhatsApp (WA) kalangan wartawan ini, disebutkan Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR), permintaan barang permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan media baik secara organisasi pers, perusahaan pers, maupun organisasi wartawan.

“Hal ini menghindari penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh para oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan, organisasi wartawan organisasi perusahaan pers, ataupun media,” demikian dikutip dalam surat yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Minggu (2/5/2021).

Dalam surat bernomor 01/DP/K/IV/2021 ini dikatakan Dewan Pers mengeluarkan imbauan tersebut dilandasi dengan sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme wartawan.

“Juga untuk mendukung upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dewan Pers tidak bisa menolerir adanya praktek buruk dimana wartawan, perusahaan pers atau organisasi wartawan yang semakin banyak bermunculan pada saat ini meminta-minta sumbangan, bingkisan ataupun THR,” tulis surat tersebut.

Menurut Dewan Pers, pemberian THR kepada wartawan merupakan kewajiban setiap perusahaan pers kepada pegawai atau wartawannya.”Bila ada oknum wartawan yang mengaku dari media atau sebuah organisasi wartawan menghubungi Bapak/Ibu, wajib untuk menolaknya. Apabila mereka meminta dengan cara memaksa,memeras dana atau mengancam sebaiknya mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Selain itu Bapak/Ibu bisa melaporkannya ke Dewan Pers melalui Hendry CH Bangun, Wakil Ketua Dewan Pers (No.HP: 0811 103 096) dan Agung Dharmajaya, Anggota Dewan Pers (No. HP : 0811 812 099),” demikian surat imbauan tersebut.

Di sisi lain, surat imbauan Dewan Pers tersebut menimbulkan reaksi dan tanggapan beragam dari kalangan wartawan.

Seperti dikemukakan Anton Mampan Purba, salah seorang jurnalis media siber nasional. Menurut dia, terkait permintaan dan penerimaan THR dari kalangan insan pers merupakan urusan pribadi.

“Ranah pribadi dan kembali lagi ke masing-masing wartawannya kalau soal THR. Kalau enggak ada (THR) jangan maksa harus diadain, tapi jika ada ya, ambil !,” kata Purba dalam keterangannya, Minggu (2/5/2021).

Insan pers yang sehari-hari menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Mapolda Metro Jaya ini menyebut Dewan Pers seharusnya tidak mengeluarkan imbauan tersebut. “Sensitif dong jika urusannya menyangkut duit alias Rembang Pati atau Rp,” ujar jurnalis jebolan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini.

“Seyogianya Dewan Pers keluarkan imbauan agar pemerintah atau pejabat tinggi negara bisa membantu kalangan insan pers seperti pengurangan pajak di tengah situasi sulit pandemi seperti sekarang ini. Lalu pengadaan kegiatan bazar khusus media agar dapat juga merasakan indahnya berlebaran seperti yang lain,” imbuh wartawan yang menetap di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan ini.(*)

Editor : Guevara Aceh

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

3.250 Pemudik Rapid Test, 24 di Antaranya Positif Covid-19

Wali-news.com, Jakarta – Terkait efektifitas pelaksanaan larangan mudik