RSUDZA Raih Penghargaan Predikat Best Of The Best, RSUD Terbaik se-Indonesia

RSUDZA Raih Penghargaan Predikat Best Of The Best, RSUD Terbaik se-Indonesia

0

wali-news.com – Sebuah penghargaan prestisius diraih oleh Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA). Rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu sukses meraih prestasi tertinggi untuk pelayanan kesehatan di level nasional, yaitu predikat ‘Best of The Best’ atau terbaik dari yang terbaik untuk kategori RSUD Tahun 2018.

Sebelumnya Rumah Sakit rujukan terbesar di Aceh itu juga telah meraih Akreditasi Paripurna lima bintang, yang diberikan oleh SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit).

Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICSDr mengatakan, sukses itu adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran manajemen di RSUDZA, mulai dari tataran pimpinan hingga staf di level akar rumput.

“Prestasi ini secara langsung mengharumkan nama Pemerintah Aceh selaku pemilik rumah sakit, di level nasional,” tutur Azharuddin.

Penghargaan yang bisa dikatakan sebagai predikat tertinggi untuk pelayanan rumah sakit itu adalah, ‘Indonesia Hospitality Winner 2018-Choice Awards’. Award berupa plakat dan sertifikat yang ditandatangani Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek itu diserahkan Pimpinan Majalah Penghargaan Indonesia, Sofia Fatamorgana kepada Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS, Jumat (31/8) di The Patra Bali Resort & Villas, Bali.

“Majalah Penghargaan Indonesia menganggap RSUZA ini something special. Mereka menilai rumah sakit sekaligus kepemimpinannya, karena peran pemimpin sangat penting untuk meng-create ini. Alhamdulillah kita meraih best of the best,” ujar Azharuddin.

Mewakili keluarga besar RSUZA, Azharuddin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh dan semua pihak yang sudah mendukung RSUZA selama ini. Menurutnya, tidak ada kesia-siaan dalam memberi pelayanan ke masyarakat, karena publik nasional pun terus mengamati perkembangan RSUZA sebagai pusat rujukan kesehatan Provinsi Aceh.

Parameter yang menjadi penilaian tersebut, kata Azharuddin, meliputi motif, jangkauan, kesinambungan, dan hasil yang dicapai RSUZA. Yang membuatnya tambah berkesan, penilaian oleh tim Majalah Penghargaan Indonesia tersebut tanpa ada pemberitahuan kepada manajemen RSUZA.

“Mereka ternyata memantau kita dalam senyap selama 4-6 bulan belakangan. Kita sama sekali tidak diberitahu,” terang Azharuddin.

Ahli Bedah Tulang ini berharap prestasi yang telah diraih RSUZA di kancah nasional tersebut dapat memberi warna tersendiri dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Aceh.

“Saya selalu katakan, kita ingin selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat, tanpa merasa sedang dinilai orang. Karena tidak ada yang sia-sia untuk mencapai yang terbaik.”pungkasnya.

RSUD dr. Zainoel Abidin dapat penghargaan Rumah Sakit Syariah

RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh akhirnya resmi menyandang gelar Rumah Sakit (RS) Syariah. Sekarang RSUD dr. Zainoel Abidin bertekad akan menjaga konsistensi dalam menerapkan kaidah syar’i di RS tersebut.
RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA ) tidak perlu banyak yang dirubah untuk menjadi RS Syariah. Karena sebelumnya, RS ini telah banyak menerapkan nilai syar’i dalam pelayanannya. RSUZA hanya memperbaiki dan memperkuat sistem untuk menjadi RS Syariah.
“Satu tahun kami menyiapkan hal ini, tentunya sebelum ini kami telah menilai secara internal apakah kami mampu untuk melangkah hingga di titik ini. Alhamdulillah, sudah terwujud,” papar Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICSDr.
Selama satu tahun, RSUZA terus berbenah hingga benar-benar memenuhi standar dan dinyatakan lulus sebagai RS Syariah oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia).
Mulai dari menyediakan perlengkapan sholat bagi setiap pasien, menyusun buku pedoman beribadah, menyisipkan unsur Islami di setiap sudut RS seperti memasang Asmaul Husna, mempersiapkan chemical untuk laundry halal, dan menyiapkan fasilitas pendukung lainnya.
“Hal-hal yang seperti itu, kami anggap bukan suatu beban. Terlebih kami berdiri di Aceh, yang seharusnya lebih wajib lagi untuk menjalankan syariat Islam di segala sendi kehidupan,” pungkasnya.
Banyak pihak yang bahu-membahu mewujudkan mimpi RSUZA untuk menjadi RS Syariah. Mulai dari jajaran direksi dan manajemen hingga staff RS. Seluruhnya bersatu-padu menerapkan kaidah syar’i dalam pelayanan RS.
“Dari pihak luar juga ada MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) yang mendukung langkah kami, masyarakat juga turut mendukung,” terangnya.
Bertekad Istiqomah Terapkan Kaidah Syar’i
Melalui sertifikasi ini, RSUZA bertekad untuk terus memperbaiki capaian, serta dapat menjalankan trust (kepercayaan) masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Kalau secara sistem sudah bagus, secara implementasi juga harus bagus dan istiqomah,” imbuhnya.
Menurutnya, SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada harus digenggam erat, sehingga dalam implementasinya tidak akan kendor atau bahkan melenceng.
“Masyarakat tidak akan melihat sertifikat kami sebagai RS Syariah, tapi masyarakat melihat apa yang kami implementasikan kepada mereka,” jelasnya.
Oleh karenanya, lanjut dia, jajaran manajemen maupun staff RS sudah berjanji pada diri sendiri untuk terus konsisten menerapkan kaidah syar’i dalam pelayanan RS. Sebagai bukti, jajaran manajemen RS akan mengoptimalkan kinerja dua orang yang telah terpilih sebagai DPS (Dewan Pengawas Syariah) RSUZA untuk membantu mengawasi RS dalam menjalankan pelayanan.
“Mereka (DPS-pen) juga berhak memberi masukan kepada kita dalam rangka menjadi yang lebih baik,” imbuhnya.
RSUZA berpesan kepada RS lain yang sedang berjuang untuk menjadi RS Syariah, bahwa dibutuhkan tekad yang kuat dalam mempersiapkan diri sebagai RS Syariah.
“Anggaplah perjuangan ini sebagai perjuangan yang penuh dengan ibadah. Jadi silakan berproses dengan baik sehingga menghasilkan yang baik,” ujarnya.
Masyarakat Kini Bisa Manfaatkan Rumah Singgah RSUDZA

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Zainoel Abidin meresmikan Rumah Singgah, di RSUD dr. Zainal Abidin, Banda Aceh, Kamis (11/4). Rumah Singgah tersebut diresmikan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Plt Gubernur mengatakan, RSUD Zainoel Abidin merupakan rumah sakit bertaraf internasional, apabila mampu meningkatkan pelayanan tentu akan menjadi nilai plus untuk kemajuan Rumah Sakit ini.

Dengan adanya rumah singgah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang akan berobat di Rumah Sakit ini.

“Kita berharap dengan adanya rumah singgah ini bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang jauh dari daerah-daerah. Juga diharapkan manajemen rumah sakit melayani masyarakat dengan baik.”ujarnya.

Rumah Singgah RSUDZA (Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin ) mulai dapat dimanfaatkan masyarakat seiring peresmian yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Rumah Singgah merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang dihadirkan oleh Pemerintah Aceh untuk pasien maupun keluarga pasien yang berada jauh dari Banda Aceh.

Selain itu, ujar Nova, fasilitas Rumah Singgah juga merupakan bagian dari Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) plus sebagai peningkatan pelayanan kesehatan di Provinsi Aceh.

Menurut Nova kehadiran Rumah Singgah adalah bentuk pemahaman terhadap budaya masyarakat Aceh yang selalu menjaga keluarga saat dirawat inap. Namun, karena terbatasnya fasilitas untuk keluarga pasien menginap di RSUDZA, maka Pemerintah Aceh menghadirkan Rumah Singgah untuk mengakomodir keluarga pasien yang berada jauh dari kampung halaman.

“Pemerintah Aceh juga sepakat kalau Rumah Singgah ini diisi dengan inovasi-inovasi yang lain, seperti manajemen yang inovatif berdasarkan kultural,” ujar Nova.

Salah satu contoh inovasi tersebut, kata Nova, adalah menyediakan konsumsi bagi pasien maupun keluarga pasien yang menginap di Rumah Singgah. Oleh sebab itu, ia akan menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk mengkaji efisiensi pengalokasian Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) untuk biaya konsumsi tersebut.

“Saya juga persilahkan Direktur RSUDZA dan management Rumah Singgah untuk memikirkan skema dana lain, seperti menerima sumbangan masyarakat. Boleh, Asal transparan dan akuntabilitas,” tutur Nova.

Selain itu, Plt Gubernur juga menginstruksikan kepada management Rumah Singgah RSUZA untuk mensosialisasikan tata tertib yang berlaku bagi pasien maupun keluarga yang memanfaatkan fasilitas tersebut agar mematuhi aturan.

“Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kualitas pelayanan publik di Aceh, khususnya di Banda Aceh.” pungkasnya.

Sementara Dr. dr Azharuddin, Sp. PT. K-Spine, FICS, Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin mengatakan, semoga dengan adanya Rumah Singgah ini bisa bermanfaat bagi keluarga pasien.

“Mudah-mudahan dengan adanya rumah singgah ini bisa memberikan manfaat dan tempat tinggal yang layak untuk keluarga pasien yang tinggal sementara sambil menjaga pasien.” tuturnya.

Direktur RSUDZA, Azharuddin, menyampaikan rasa terimakasih pihaknya baik management rumah sakit maupun staf kepada Pemerintah Aceh yang telah merehabilitasi bangunan tersebut sehingga dapat dijadikan Rumah Singgah untuk masyarakat Aceh.

Azharuddin menuturkan anggaran yang dialokasikan Pemerintah Aceh untuk rehabilitasi gedung tersebut berjumlah 2,3 miliar.

“Yang kita lihat ini sederhana, tapi maknanya cukup besar. Insya Allah kedepan dengan punya rumah singgah ini, pasien kita lebih teratur,” ujar Azharuddin.

Rumah singgah, sebut Azharuddin, akan dimanfaatkan untuk pasien JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) kelas 3, terutama pasien yang berada di luar Banda Aceh. Selain itu, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat memberikan tempat persinggahan yang layak bagi pasien maupaun keluarga pasien di luar kota Banda Aceh.

“Saat ini rumah singgah baru menyediakan 132 tempat tidur. Kita berasumsi ini bisa memadai untuk 5 tahun kedepan. Berbagai fasilitas tersedia pada rumah singgah, seperti tempat tidur, sprei, tempat makan, kamat mandi, kipas angin dan lainnya,” kata dia.

Azharuddin berharap dengan kehadiran rumah singgah itu dapat memberikan peningkatan pelayanan komprehensif di RSUDZA. “Rumah singgah ini juga merupakan bagian dari JKA plus. Dimana dapat memberi pelayanan plus kepada pasien yang jauh dan kurang mampu,” ujar Azharuddin.(advetorial)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Empat Kapolres Jajaran Polda Aceh Diserahterimakan

wali-news.com, Banda Aceh – Empat jabatan Kapolres dalam