Saat Pembagian Sertifikat Tanah, Menteri Agraria di Demo Mahasiswa Meulaboh

Saat Pembagian Sertifikat Tanah, Menteri Agraria di Demo Mahasiswa Meulaboh

0

wali-news.com, Meulaboh – Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Sofyan Djalil ke Kabupaten Aceh Barat, guna menyerahkan dan membagi sertifikat tanah waqaf, namun kedatangannya disambut puluhan massa aksi dari organisasi Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat. Jumat, (15/2/19).

Mahasiswa aksi secara langsung menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah melalui Menteri Agraria untuk segera menyelesaikan beberapa sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan yang terjadi Aceh.

“Kami sangat mengapresiasi program Reforma Agraria dengan membagikan sertifikat tanah ke masyarakat. Namun kami ingin menyampaikan kepada menteri soal sengketa lahan masyarakat dengan perusahaan yang sudah berlangsung puluhan tahun sampai saat ini belum memiliki titik temu penyelesaian,” kata Nassalamu Koordinator Aksi SMUR.

Nassalamun mengatakan, beberapa kasus sengketa lahan di Aceh dan khususnya Aceh barat, harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi kehadiran Menteri Agraria di Aceh Barat menjadi momen terbaik bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Ia juga menjelaskan beberapa konflik Agraria yang terjadi di Aceh diantaranya, konflik antara masyarakat Desa Cot Mee, Nagan Raya dengan PT. Fajar Baizuri yang menyerobot tanah warga hingga 400 hektar milik warga Babahrot, Aceh Barat Daya dengan PT Cemerlang Abadi dan PT. Dua Perkasa Lestari sudah berlangsung hingga 30 tahun.

Selain itu, konflik warga Desa Iyu, Kabupaten Aceh Tamiang dengan PT. Rapala yang menyerobot lahan hingga permukiman warga masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaaan tersebut. Tapi tak kunjung selesai, Cetusnya.
“Yang terjadi bukan hanya penyerobotan lahan saja, bahkan masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan juga kerap mendapat kriminalisasi hingga berujung di penjara,” ungkapnya.

Kedatangan Menteri Agraria, Sofyan Djalil tersebut, dalam rangka membagikan 21 sertifikat tanah waqaf agama yang diterima masyarakat dari 4 kabupaten yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Barat. Sertifikat tanah waqaf tersebut diterima para pengurus pesantren dan masjid, tujuh diantaranya untuk Kabupaten Aceh Barat, 5 Nagan Raya, 4 Aceh Selatan dan 5 penerima dari Kabupaten Aceh Jaya.

Sofyan Djalil menjelaskan, pembagian sertifikat tanah waqaf tersebut untuk memberi kepastian hukum, sebab begitu banyak konflik tanah antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan. Namun jika telah dilegalkan kepemilikannya melalui sertifikat, maka tidak ada alasan lagi bagi pihak manapun untuk klaim mengklaim kepemilikian atas tanah.

“Tujuan kita agar seluruh tanah agama yang di waqafkan untuk disertifikatkan, bahkan pihak pemerintah pusat juga mempogramkan untuk mensertifikatkan seluruh tanah masyarakat dan menargetkan pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah memiliki sertifikat semua,” Ujar Sofyan Djalil usai penyerahan Sertifikat tanah.

Menurut Sofyan, program itu juga menjadi penunjang ekonomi bagi masyarakat dibidang permodalan. Sertifikat tanah yang diberikan dapat diajukan ke pihak bank manapun untuk meminta modal usaha.

“Selama ini masyarakat Aceh mempunyai tanah namun tidak memiliki sertifikat jadi susah untuk dibawa ke bank agar diberi permodalan berwirausaha, nanti pasti akan banyak sekali masyarakat Aceh yang menggunakan sertifikat untuk mendapatkan pinjaman modal dari perbankkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, hingga tahun 2018, tanah yang telah di sertifikatkan pemerintah hampir mencapai 17 juta bidang. Setiap tahunya target pemerintah dalam mengeluarkan sertifikat terus bertambah.

“Sejak saya menjabat menjadi Menteri Agraria pada tahun 2017 yang lalu, pemerintah telah menargetkan 5 juta sertifikat dan pada 2018 menargetkan 7 juta sertifikat tanah dan tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9 juta sertifikat tanah, semua sumber anggaran dalam pengadaan sertifikat tersebut berasal dari APBN,” Jelasnya. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hubungan Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat Sangat Baik Dan Harmonis

wali-news.com, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan