Sekda Intruksikan Tenaga Kesehatan Berantas Stunting dan Sukseskan Program BEREH

Sekda Intruksikan Tenaga Kesehatan Berantas Stunting dan Sukseskan Program BEREH

0

wali-news.com, Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan se-Aceh untuk bergerak bersama dalam memberantas stunting danmensukseskan program BEREH. Selain itu, Sekda juga meminta agar pejabat di Dinas Kesehatan untukmemastikan bidan desa menetap di tempat diaditugaskan.

“Penting untuk memastikan bagaimana caranya bidandesa itu memang bertahan di gampong. Mereka salahsatu kunci utama pemberantasan stunting di gampong,” kata Taqwallah dalam rapat konsolidasi terkait PercepatanProgram Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH), Stunting dan JKA bersama Kepala Dinas Kesehatan pihakBPJS dan Direktur Rumah Sakit dari seluruh Aceh, di Banda Aceh, Senin 8/10.

Taqwallah mengatakan, ada beberapa titik pantau yang wajib dilakukan tenaga kesehatan khususnya bidan desa. Pertama, mereka harus memantau dan mendata setiapibu hamil. Mereka harus dipastikan mempunyai buku KIA dan diberikan obat tambah darah saat hamil. “Bidanharus memeriksa ibu hamil minimal 4 kali,” kata Sekda.

Saat akan melahirkan, ibu hamil harus didampingi danstatusnya dipastikan, apa akan melahirkan secara normal atau pun masuk dalam kelompok resti. Jika ibu hamilmasuk kelompok resti, tenaga kesehatan harusmemastikan pasien tertangani dengan baik.

Selanjutnya adalah saat bayi lahir. Petugas harusmemastikan agar bayi mendapatkan IMD, atau menghisapAir Susu Ibu perdana atau eksklusif begitu lahir. “Jikaanak mendapatkan itu, anak biasanya akan terhindar darisakit sampai usia 3 bulan pertama,” kata SekdaTaqwallah.

Bagi ibu pasca melahirkan haruslah diberikanpemahaman agar memberikan bayi eksklusif bagi bayihingga usia 24 bulan serta memastikan anakmendapatkan imunisasi dasar.

“Itu semua disebut sebagai masa 1.000 hari pertamakehidupan. Jika kita bisa melakukan itu, insya Allah anakakan terhindar dari stunting,” kata Sekda Taqwallah.

Untuk melakukan percepatan keberhasilan program pengentasan stunting dan program Bersih, Rapi, Estetisdan Hijau (BEREH) tersebut, pemerintah Aceh yang dipimpin Sekda akan melakukan sosialisasi dan tinjauanlangsung secara maraton ke seluruh kabupaten/kota se-Aceh. Rencananya kunjungan akan dilakukan padatanggal 10-20 Oktober dua hari mendatang.

Sementara Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, DyahErti Idawati mengatakan pihaknya juga terus mendorongseluruh pihak untuk bekerja dan bergerak bersama untukpengentasan stunting di Aceh. Banyak instansi yang punya target sama dengan program berbeda. Harusnyajika dilakukan bersama maka tujuan yang hendak dicapaiakan lebih mudah. BKKBN misalnya, punya program gampong KB, sementara PKK punya program rumoh gizi. Jika keduanya bergerak secara terintegrasi, makapengentasan stunting akan lebih cepat.

Saat ini PKK Aceh telah melaunching rumoh gizi di 6 kabupaten/kota di Aceh. Dyah meminta agar DinasKesehatan di setiap kabupaten ikut mengevaluasi danmendampingi sehingga program tersebut maksimal. “Jikatidak, takutnya kita lama-lama mereka tidak aktif lagi,” kata Dyah.

Pemerintah Aceh sendiri sudah mengeluarkan PeraturanGubernur (nomor 14 tahun 2019) tentang pencegahandan penanganan stunting terintegrasi di Aceh. Pergub itumengamanatkan agar rumoh gizi digerakkan dengan danadesa. “Konsepnya desa harus mandiri. Desa sangatberdaya, seharusnya bisa diatasi permasalahan di desa,” kata Dyah. Ia berujar sudah saatnya desa ikut memikirkanpembangunan manusia, tidak sebatas padapembangunan fisik.

Dyah berharap kabupaten/kota bisa segera membuatPeraturan Bupati sehingga tidak ada ketakutan daripemerintahan gampong untuk menganggarkan dana desabagi terlaksananya program rumoh gizi. Dyahmenargetkan, di akhir tahun 2020 nanti seluruh gampongdi Aceh sudah memiliki rumoh gizi.(red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus