Selama Pandemi Covid-19, Sektor Perikanan Aceh Bergerak Positif

Selama Pandemi Covid-19, Sektor Perikanan Aceh Bergerak Positif

0

Wali-News.com, Banda Aceh–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) mencatat angka produksi ikan melalui Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja Lampulo Banda Aceh, sejak bulan Januari hingga Juni mencapai 7.516.421 Kg

Adapun jenis ikan yang dominan adalah ikan Tuna Sirip Kuning, Cakalang, Tongkol Komo, Tongkol Krai, Kambing-kambing, Layang, dan ikan selar yang mencapai 7.426.524 Kg

Peningkatan volume produksi ikan di Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja Lampulo Banda Aceh sejak beberapa tahun terakhir bergerak sangat dinamis, dari tahun-ketahun, dan nilai produksi secara keseluruhan terus meningkat setiap tahunnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Samudra Kutara Lampulo Banda Aceh, Oni Kandi, M, Si, dalam keterangannya pada Senin, (30/08/2021) menerangkan, volume produksi ikan di PPS Kutaraja, sangat dinamis setiap bulan dimana PPS Lampulo telah dijalankan operasionalnya di lokasi baru dengan luas lahan darat 59,78 Ha

“Sejak bulan Januari hingga Juni ikan dominan yang di daratkan di PPS Kutaraja Lampulo Banda Aceh ada 10 jenis ikan, cakalang, tuna sirip kuning, kemudian di susul ikan layang, ketiga jenis ikan tersebut terlihat volume produksi dari tahun-ketahun cenderung meningkat,” terang Oni

Selain itu, lanjutnya, Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja Lampulo juga mencatat produksi ikan dari nelayan tradisional yang daratkan melalui PPS Lampulo.

“Untuk nelayan tradisional terdapat 10 jenis ikan hasil tangkapan, seperti Cakalang, Tongkol Komo, Tongkol Krai, Tuna Sirip Kuning, Kambing-Kambing, Layang, Lisong, Selar, Siro dan Sungkir, mereka pada umumnya melakukan penangkapan dengan alat tangkap pancing dan jaring insang,” imbuhnya.

Oni Kandi juga menerangkan setiap tahun, jumlah armada penangkapan di Pelabuhan perikanan Samudra terus mengalami peningkat rata-rata sebesar 18% per tahun.

“Jumlah armada penangkapan yang melakukan bongkar muat di PPS Kutaraja Lampulo Banda Aceh, setiap tahunnya terus bertambah jumlahnya, pada umumnya armada tersebut mengoperasikan jenis alat tangkap Pukat Cincin (purse seine) dan Rawai Tuna,”

Lebih lanjut, tambahnya, selama pandemi Covid-19, sektor perikanan Aceh bergerak cukup stabil walaupun ada pengaruh, namun dampak Covid-19 terhadap sektor perikanan Aceh tidak sampai mempengaruhi usaha produksi hasil tangkapan.

“Armada kita tiap tahun terus bertambah, ini menunjukan sektor perikanan tangkap di Aceh memiliki peluang cukup besar untuk dimanfaatkan skala Industri. Hal ini disebabkan oleh keberadaan Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja sangat strategis, yang memiliki areal penangkapan meliputi  WPP-571 dan WPP-572 dengan potensi SDI cukup tinggi dan bernilai ekonomis,” tambahnya.

Saat ini Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja Lampulo Banda Aceh memiliki kawasan industri seluas 32 hektare dengan 4 Perusahan pengolahan hasil perikanan.

Sejak 7 Januari 2014, PPS Lampulo telah dijalankan operasionalnya di lokasi baru dengan luas lahan darat 59,78 Ha yang diperuntukan untuk industri pengolahan dan areal terbuka hijau. (Red)

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Empat Dokter Aceh Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi

Wali-News.com, Banda Aceh — Empat Dokter asal Aceh