Sempat Kabur ke Malaysia, Kejari Lhokseumawe Berhasil Tangkap DPO Korupsi Dana Desa

Sempat Kabur ke Malaysia, Kejari Lhokseumawe Berhasil Tangkap DPO Korupsi Dana Desa

0

Wali-News.com, Lhokseumawe — Tim Tabur Kejaksaan Negeri Lhokseumawe berhasil melakukan penangkapan terhadap Mustaqim, DPO kasus korupsi dana Desa Tunong Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe T.A 2017  pada Kamis, (29/2021)

Selama ini yang bersangkutan melarikan diri ke negeri Malaysia dan baru seminggu kembali ke Kota Lhokseumawe

Setelah mendapatkan informasi Tim Tabur langsung melakukan pelacakan dan pengamatan yang kemudian berhasil ditangkap di sebuah rumah persembunyian yang terletak di Lorong Pulo Bugeng Desa Mesjid Puenteut Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe sekitar pukul 14.00 WIB

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe
Dr. Mukhlis, S.H., M.H dalam rilis yang diterima media ini mengatakan, DPO Mustaqim telah ditetapkan bersalah karena melakukan korupsi dana desa berdasarkan putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh pada Nomor 76/Pid.Sus TPK/ PN Bna tanggal 17 Februari 2020

“Dalam amar putusan tersebut, Mustaqim diputuskan bersalah karena melanggar pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi”. Jelasnya

Lebih lanjut, Dr. Mukhlis menerangkan, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh yang menyidangkan kasus tersebut menjatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun terhadap Mustaqim dan Pidana denda sebesar Rp. 200.000.000.- (Dua Ratus Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan 6 (Enam) bulan

Selain itu, Mustaqim juga berkewajiban untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 243.066.523,- (Dua Ratus Empat Puluh Tiga Juta Enam Puluh Enam Ribu Lima Ratus Dua Puluh Tiga Rupiah) paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan tersebut berkekuatan hukum tetap

Jika tidak membayar maka Majelis Hakim memerintahkan agar harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 9 (Sembilan) bulan.

“Saat ini, DPO Mustaqim telah diserahkan oleh Tim Tabur kepada Kasi Pidana Khusus untuk dilakukan pemeriksaan Kesehatan dan Tes PCR dan kemudian sekira pukul 17.30 wib langsung dieksekusi ke Lapas Lhokseumawe untuk menjalani hukuman”. Katanya

Dr. Mukhlis juga mengatakan, keberhasilan penangkapan DPO tersebut merupakan hasil kerjasama Tim Tabur Kejari Lhokseumawe dan didukung oleh Tim Tabur Kejati Aceh serta sinergitas dengan komunitas intelijen daerah di Kota Lhokseumawe dalam rangka penegakan hukum di Kota Lhokseumawe.

“Proses pelaksanaan penangkapan dapat dilakukan dengan baik dan lancar tanpa adanya AGHT dan tidak menimbulkan gejolak di lapangan”. Pungkasnya. [MM]

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Empat Dokter Aceh Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi

Wali-News.com, Banda Aceh — Empat Dokter asal Aceh