Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (SIMPUL) Demo Tuntut Pelanggaran Hukum PT. SGC

Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (SIMPUL) Demo Tuntut Pelanggaran Hukum PT. SGC

0

wali-news.com, Bandar Lampung – Serikat mahasiswa dan pemuda Lampung (Simpul) sambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung pada Kamis (12/09/19) pukul 14.30 WIB, terkait tiga poin kejahatan korporasi yang di lakukan PT. Sugar Group Company (SGC).

Ketua Simpul, Rosim Nyerupa, memaparkan poin-poin tersebut, pertama selisih luas lahan 80645 hektar, berdasarkan data lain PT SGC di wilayah tulang bawang sebesar 124.092 hektar, jadi selisihnya 34,367 hektar. Kedua polusi yang di timbulkan atas pembakaran lahan tebu yang di lakukan PT SGC. Ketiga melakukan investasi terhadap politik lokal yang ada di Lampung.

Secara faktual PT SGC menggunakan politik uang dan menjadi pemodal kandidat Pemilu, fakta tersebut di perkuat dengan dibuatnya pansus money politics yang di buat DPRD provinsi Lampung.

“kami dari Simpul, ingin menyampaikan beberapa kejahatan Korporasi, kami ingin sampaikan dukungan kami kepada KPK terkait kejahatan Korporasi di Lampung, Gubernur Lampung saat ini juga produk SGC” ujar Rosim saat di ruang ketua DPRD provinsi Lampung.

Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, didampingi Anggota DPRD Raden Ismail (Demokrat), Fauzan Sibron (Nasdem), Ikhwan Fadil Ibrahim (Grindra) menemui massa aksi di Halaman Gedung DPRD Provinsi Lampung

Sementara, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, didampingi Anggota DPRD Raden Ismail (Demokrat), Fauzan Sibron (Nasdem), Ikhwan Fadil Ibrahim (Grindra), mengatakan, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut apa yang menjadi aspirasi dari adik-adik mahasiswa yang datang hari ini.

“Pada prinsipnya apa yang jadi aspirasi dari adik-adik mahasiswa akan kami tampung dan akan kami pelajari lebih lanjut baik tentang HGUnya, soal lingkungan hidupnya, pajak air tanah dan alat berat nanti akan kita dengarkan masukan dari fraksi-fraksi dan komisi-komisi terkait,” ujar Mingrum Gumay usai menemui pendemo.

Dia meneruskan, Perlu diketahui DPRD baru dilantik dua September lalu, saat ini sedang usulan fraksi, komisi, dan pimpinan. Apa yang menjadi persoalan akan dilibatkan sesuai komisinya masing masing, ini boleh jadi komisi gabungan, usai pengesahan usulan fraksi-fraksi dan AKD.

“Minggu depan usulan Fraksi-Fraksi dan komisi ini segera disahkan, begitu juga dengan alat kelengkapan dewan, dan unsur pimpinan DPRD nya,” katanya.

Dewan pun mempersilahkan pendemo untuk tetap berkordinasi, dewan pun akan mengkaji dan memanggil semua pihak yang terlibat didalamnya.

Kejaksaan Tinggi Lampung Menandatangani Petisi yang disampaikan oleh SIMPUL di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung

Pada pukul 15.50 WIB, massa melanjutkan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Lampung dengan menyampaikan tuntutan agar Kejaksaan bersedia menindaklanjutin kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh PT. SGC.

(Nanda Adhi Prayoga)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Makassar Hanya Karantina Parsial, Tidak Lockdown

wali-news.com, Makassar – Pj Wali Kota Makassar, Iqbal