Sindo Manado Gelar Forum Diskusi Membahas Siaga Bencana dan Tangkal Hoax

Sindo Manado Gelar Forum Diskusi Membahas Siaga Bencana dan Tangkal Hoax

0

 

Manado (Wali-News.com) – Bencana gempa yang telah terjadi di Palu dalam waktu dekat ini merupakan suatu isu hangat yang perlu dibahas tentunya. Tak lain beberapa waktu lalu, Sulawesi Utara sempat digegerkan dengan adanya berita hoax tentang erupsi Gunung Soputan yang sebenarnya tidak seperti media sosial perbincangkan. Untuk itu, Sindo Manado menggelar forum diskusi pada (11/10/2018) dengan mengundang para narasumber yang kompeten di bidang tersebut. Adapun tema forum diskusi tersebut ialah “Siaga Bencana dan Tangkal Hoax”.

Adapun beberapa narasumber yang diundang yaitu perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Pendam XIII Manado, BPC Perhumas Manado, PMI Sulut dan Badan Pengawasan Gunung Merapi Tomohon. Forum diskusi yang dilakukan di Kantor Koran Sindo Manado ini sudah yang ke-16 kali. Adapun yang dibahas yaitu isu politik, ideologi, bidang kemasyarakatan, olahraga, maupun isu lainnya yang saat ini sedang hangat saat ini.

Dalam diskusi tersebut, moderator mengangkat isu mengenai persiapan mengahadapi bencana dan cara menangkal hoax yang saat ini sangat mengganggu masyarakat.

“Sulut merupakan daerah yang rawan akan bencana dikarenakan letak geografisnya. Namun potensi wisata yang sangat besar membuat daerah ini tetap ramai dikunjungi. Untuk itu, belajar dari kejadian bencana di Kota Palu, regulasi tentang pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara harus diperketat. Untuk itu, diperlukan juga penelitian tentang daerah yang rawan akan bencana. Dan juga membuat regulasi bangunan seperti apa yang cocok untuk dibangun di daerah tersebut”, ujar Edward selaku perwakilan BMKG.

Selain itu perwakilan BPBD juga mengungkapkan bahwa pada 2017 sebenarnya dalam data BPBD, Indonesia mengalami peristiwa bencana sekitar 2700 kali dan hal ini merugikan Indonesia hampir sekiat 30 triliun tiap tahunnya. Namun, anggaran yang dikeluarkan dalam penanggulangan bencana sangatlah sedikit dan tidak menyanggupi adanya perencanaan penanggulangan bencana tersebut. Sehingga sosialisasi dalam penanggulangan tersebut kurang maksimal untuk dilakukan.

Selain isu bencana yang sedang hangat, Indonesia juga sedang hangat-hangatnya membahas mengenai isu hoax yang terus menerus merugikan bangsa ini. Sulut menjadi salah satu korban dari hoax pasca kejadian erupsi Gunung Soputan. Padahal sebenarnya Kota Manado sendiri tidak terkena dampak erupsi tersebut.

“Indonesia saat ini bukan hanya darurat bencana namun darurat hoax juga. Untuk itu, seperti dalam penanggulan berita hoax tentang Gunung Soputan waktu lalu, DPC Perhumas Manado sudah bergerak untuk memberikan klarifikasi melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata. Salah satunya yaitu melalui penyebaran informasi menggunakan media sosial, bahwa Kota Manado aman dan tidak terkena dampak dari bencana tersebut. Sehingga saya mengharapkan kita semua harus bersinergi dalam menangkal adanya berita hoax yang tentunya dapat merugikan sektor pariwisata daerah kita”, jelas Winda Hapsarani selaku Sekretaris DPC Perhumas Manado.

Dalam diskusi tersebut, moderator menyimpulkan bahwa Sulawesi Utara sangat memerlukan adanya sosialisasi tentang penanggulangan bencana agar masyarakat siap siaga dalam mengahadapi bencana tersebut. Pemerintah tentunya harus dapat merangkul stakeholder untuk giat mensosialisasikan penanggulangan bencana yang mutlak untuk dilakukan. Selain itu, pemerintah harus membuat regulasi tentang pemetaan bangunan dalam mengurangi resiko bencana. (AA)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kemerdekaan Adalah Hak Segala Bangsa

wali-news.com, Opini – Polisi Israel dilaporkan menyerang jemaah Muslim