Soroti Kerusakan Lingkungan, Walhi Babel Minta Penegakan Hukum Diperkuat

Soroti Kerusakan Lingkungan, Walhi Babel Minta Penegakan Hukum Diperkuat

0
Direktur Eksekutif Walhi Babel Jessix Amundian

Pangkalpinang, Wali-News.com – Kerusakan lingkungan hidup menjadi salah satu permasalahan yang tidak bisa dianggap remeh, termasuk di Bangka Belitung (Babel). Penegakan hukum pun memegang peranan penting dalam meminimalisir laju kerusakan lingkungan yang terjadi.

Dalam kaitan itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Babel, Jessix Amundian, berharap adanya progres pada upaya-upaya pemulihan dan penyelamatan lingkungan hidup di Babel mengingat dalam beberapa tahun terakhir masih banyak beberapa kasus yang terjadi di Babel.

“Masyarakat Babel juga diharapkan dapat bekerja sama dan bersinergi terhadap aparatur penegak hukum dan pemerintah dalam mendorong upaya-upaya  menyelamatkan lingkungan hidup dan  wilayah-wilayah yang menjadi ruang dan sumber hidup masyarakat setempat, dikarenakan permasalahan seperti ini merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Jessix. 

“Dan pemda juga harus tegas dalam hal ini dengan tidak mengeluarkan IUP baru dan meminta tanggung korporasi untuk menjalankan kewajibannya terkait pemulihan lingkungan  karena Babel sudah darurat ekologi, jika dilihat dari Topografi dan perubahan bentang alam, tata guna lahan, terkait kerusakan lingkungan yang terjadi. Sementara sampai saat ini belum ada upaya-upaya pemulihan yang signifikan jika dibandingkan dengan luasnya IUP yang ada di Babel” tambahnya.

Dijelaskan Jessix, sejauh pantauan Walhi saat ini, diduga adanya proses ekosida (kejahatan lingkungan) yang mana adanya dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Babel yang tidak pernah terungkap terkait dengan kejahatan lingkungan.

“Permasalahan seperti ini penting untuk di-review mengingat Babel dihadapkan dalam keadaan kerusakan fungsi ekologi dan ancaman bencana tidak bisa lagi diabaikan, dan harus mengembalikan kearifan lokal yang sudah lama berkembang ada di masa lalu yang harus dilindungi dan diselamatkan.” tegas Jessix.

“Selanjutnya, hutan merupakan sumber bagi ruang hidup dan kehidupan masyarakat lokal setempat dan juga tentunya sumbangsih terhadap dunia dalam mencegah pemanasan global” tutup Jessix. (Jp/WN).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dugaan Pelanggaran Dalam Pilkada Beltim 2020, LBH KUBI: Unsur Delik Tindak Pidana Menghasut Tidak Terpenuhi

Pangkalpinang, Wali-News.com – Dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan