Syahrul Yasin Limpo: Efektifnya Suatu Kebijakan Publik Itu Dibangun Dari Diskusi-Diskusi Kecil di Warung Kopi

Syahrul Yasin Limpo: Efektifnya Suatu Kebijakan Publik Itu Dibangun Dari Diskusi-Diskusi Kecil di Warung Kopi

0

wali-news.com, Makassar – Komunitas Phoenam dan Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Komisariat Provinsi (Komprov) Sulawesi Selatan helat Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan dengan tema “Dari Makassar untuk Indonesia Damai” yang berlokasi di Warkop Phoenam, Kota Makassar, pada Senin (26/08/2019).

Terselenggaranya kegiatan tersebut turut didukung oleh Mercurius FM dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Dalam forum itu menghadirkan narasumber Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo dan dua orang akademisi, yakni Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. H. Husain Syam, dan Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis.

Dalam paparannya, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, efektifnya suatu kebijakan publik dibangun dari diskusi-diskusi kecil di warung kopi.

“Warung kopi tidak bisa dianggap warung kecil, efektifnya kebijakan publik itu harus dibangun dari diskusi-diskusi kecil di berbagai forum, seperti di warung kopi yang kita lakukan sekarang ini,” tuturnya.

Ia melanjutkan, konflik yang menimpa Mahasiswa Papua belakangan ini disebabkan oleh adanya rasa kebanggaan yang berlebihan oleh kelompok atau suku tertentu yang kemudian merendahkan suku lain, sehingga terjadilah perpecahan.

Meskipun demikian, sebagai masyarakat Indonesia dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga dari konflik yang telah terjadi beberapa waktu lalu agar tidak kembali terulang.

Sementara Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. H. Husain Syam menerangkan, dalam merawat kebhinekaan, pemerintah dinilai masih menggunakan pola lama. Padahal, konsep pemerataan merupakan hal yang harus diperhatikan pemerintah, yaitu pembangunan infrastruktur yang merata di tiap daerah.

Dalam diskusi itu turut hadir pula Mantan Walikota Makassar 2004-2014 Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin dan Mantan Bupati Luwu Utara 1999-2004 H. M. Luthfi A. Mutty sebagai penanggap dari paparan yang disampaikan oleh para narasumber.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Menakar Peluang dan Ancaman NU Masa Depan

wali-news.com, Tanggamus – MUKTAMAR ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di