Tak Terlihat Hilal, Sejumlah Umat Muslim Aceh Barat Mulai Puasa Hari Ini

Tak Terlihat Hilal, Sejumlah Umat Muslim Aceh Barat Mulai Puasa Hari Ini

0

wali-news.com, Meulaboh – Sejumlah Warga Aceh Barat baru melaksanakan Ibadah Puasa pada hari ini (7/5). Meski pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia sudah menetapkan satu Ramadhan jatuh pada tanggal 6 Mei 2019, namun sebagian umat Islam di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, memulai puasanya pada hari ini. Selasa, (7/5/19).

Informasi yang diperoleh wali-news, Senin, belum serentaknya ibadah puasa Ramadhan tersebut disebabkan keputusan ulama dayah yang ada di Kabupaten Aceh Barat memastikan setelah dilakukan pemantauan Rukyatul Hilal pada Minggu (5/5), namun hilal tidak terlihat akibat cuaca mendung.

Misalnya warga di Kecamatan Kaway XVI, atau tepatnya di sekitar dayah Serambi Aceh. Alasan mengambil puasa pada hari selasa, karena pada Minggu (5/5), kemarin hilal atau anak bulan belum terlihat.

Pimpinan Dayah Serambi Aceh, Abu Mahmuddin, mengatakan mereka belum berpuasa bukan berarti tidak patuh dengan keputusan Menteri Agama, namun lebih melengkapi bulan sya’ban karena belum terlihat bulan.

“Sebagian warga Aceh Barat bukan tidak patuh dengan keputusan Menteri Agama atau menentang pemerintah, namun karena bulan belum terlihat jadi melengkapi bulan sya’ban tiga puluh hari dan ini merupakan dasar dari perintah nabi,” kata Abu Mahmuddin.

Menurutnya, para muslim Aceh Barat yang berpuasa pada hari Senin itu berpegang pada rukyah umum bukan rukyah terbatas. Menurutnya rukyah terbatas adalah terlihatnya anak bulan dengan jarak delapan derajat dari jarak bumi.

Dalam hukum fiqih sendiri, kata dia, disebut dalam kitab kuning dengan istilah ijtihat matalik. Karena itu, warga sekitar termasuk Dayah Serambi Aceh tidak berpuasa pada hari senin karena mengikuti rukyah terbatas bukan rukyah berdasarkan ijtihat negara atau satu negara.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, bahwa anak bulan hanya terlihat di pulau Jawa, Sulawesi, Irian jaya dan Singapura itu semua berada di luar 8 derajat bumi dari Aceh Barat. Namun kata dia, untuk Sumatera tidak terlihat anak bulan di semua wilayah mulai dari Aceh hingga Lampung.

Disebutkannya, para ulama tua di Aceh seperti Abu Tumim di Bireun, Abuya Syech Amran Waly, Abon Hasbi dan Abu Mawardi di Kabupaten Aceh Selatan juga mulai berpuasa pada hari ini.

Ia juga mengajak pihak yang berbeda pendat dalam pelaksanaan puasa kali ini untuk dihormati dan tidak menjadikan perbedaan saling memusuhi.

Teungku Abdurrani Adian, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, mengatakan menurut keyakinan kajian dari kitab, para ulama dayah belum memutuskan satu Ramadhan jatuh pada hari Senin tanggal 6 Mei 2019, sehingga pada Senin ini digenapkan menjadi 30 Syakban atau disebut Ikmal Syakban.

“Keputusan ini diambil setelah para ulama dayah melakukan rapat, karena hilal tidak terlihat di Aceh Barat. Bahkan saat dilakukan pengecekan ke sejumlah daerah lainnya di Pulau Sumatera,” Terangnya

Walaupun keputusan Menteri Agama Republik Indonesia sudah menetapkan satu Ramadhan pada Senin 6 Mei 2019. Hal tersebut sama sekali tidak menjadi masalah.

“Perbedaan awal puasa ramadhan ini adalah hal yang sangat lumrah, masyarakat Aceh Barat sudah sangat dewasa dalam hal ini. Karena sudah bertahun-tahun ada perbedaan seperti ini,” kata Teungku Abdurani.

Ia juga menghimbau kepada seluruh umat muslim, apabila masyarakat sudah punya keyakinan bahwa satu ramadhan masuk pada hari senin, maka dipersilahkan berpuasa, dan sebaliknya bagi yang menyakini satu ramadhan pada hari Selasa juga silahkan dilaksanakan kewajiban untuk berpuasa. Cetusnya. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyeludupan 6 Milyar Rokok Ilegal di Perairan Aceh

Wali-news.com, Lhokseumawe – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh