Terkendala Belum Lengkapnya Data, Penyaluran Bansos APBD Provinsi Babel Sedang Dalam Proses Pencairan

Terkendala Belum Lengkapnya Data, Penyaluran Bansos APBD Provinsi Babel Sedang Dalam Proses Pencairan

0
Ilustrasi Bansos

Pangkalpinang – Pemprov. Kep. Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini belum menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari ABPD Provinsi, karena terkendala data.

“Terkait BST yang direncanakan yang akan dikucurkan melalui dana APBD Provinsi, sedang dalam persiapan penyaluran oleh Dinsos Babel,” ujar Kabid Penanganan Fakir Misksin Dinas Sosial Prov. Kep. Babel Akhiriyadi DB. Susilo.

Akhiriyadi menuturkan, berdasarkan hasil kesepakatan tim panitia Badan Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran pemerintah Daerah, sudah ditetapkan nilainya sebesar Rp. 300.000′- dan hanya untuk satu bulan.

“Sekarang kami sedang mempersiapkan, karena kan sekarang memang banyak tahapan-tahapan berkas yang harus kami lengkapi, terkait pengumpulan data dari Kabupaten/Kota,” tambah Akhiriyadi.

Menurut Akhiriyadi, hingga saat ini masih ada dua Kabupaten yang belum melengkapi data sesuai dengan permintaan dari Dinsos Babel, dan selebihnya datanya sudah siap. Kemudian untuk berbagi kewenangan pertanggung jwaban terkait validitas data, pihak Dinsos meminta kepada Kabupaten/Kota untuk membuat Surat Keputusan Kepala Daerah masing-masing, terkait calon penerima bansos.

“Setelah semua data terkumpul di tujuh Kabupaten, pihak Dinsos akan melakukan tindak lanjut dengan legalitas berupa Surat Keputusan dari Gubernur, untuk melegalitaskan dari calon menjadi penerima bansos. Kuota untuk penerima bansos tersebut dibatasi dengan 50 KK per desa/kelurahan se Provinsi Babel,” jelasnya.

Adapun kriteria penerima bansos dari BST Provinsi, jelas Akhiriyadi, diantaranya belum menerima bantuan baik dari program PKH, Program BST Kemensos, Program BLT Dana Desa, bahkan bantuan dari Kabupaten/Kota masing-masing.

“Penerima BST Provinsi tersebut, tidak bisa disubsidi silangkan ke desa lain, dikarenakan datanya sudah by name by addres. Untuk itu pihak Dinsos menginginkan data yang clear,” tegas Akhiriyadi.

Sementara itu, dana BST yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada gelombang pertama sudah disalurkan selama tiga bulan, dengan periode dari bulan April sampai dengan bulan Juni 2020.

“Besaran dana yang disalurkan adalah 600 ribu rupiah perbulan, selama tiga bulan. Sedangkan untuk saat ini sedang berjalan gelombang kedua, dengan periode dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2020 dengan besaran senilai Rp. 1.800.000,- selama enam bulan. Dengan demikian masyarakat yang terdampak pandemi mendapatkan Rp. 300.000,- dalam setiap bulannya selama enam bulan,” tutup Akhiriyadi. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dugaan Pelanggaran Dalam Pilkada Beltim 2020, LBH KUBI: Unsur Delik Tindak Pidana Menghasut Tidak Terpenuhi

Pangkalpinang, Wali-News.com – Dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan