Wabah Covid-19 di Indonesia, Opsi Lockdown Wilayah Tertentu Dinilai Perlu Dipertimbangkan Pemerintah

Wabah Covid-19 di Indonesia, Opsi Lockdown Wilayah Tertentu Dinilai Perlu Dipertimbangkan Pemerintah

0
Ketua DPC Permahi Babel 2019-2020

Pangkalpinang – Mewabahnya Covid-19 membuat sejumlah pihak menilai langkah isolasi/lockdown perlu dipertimbangkan pemerintah. Ketua DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Babel 2019 – 2020, Sudarto mengatakan bahwa strategi isolasi/lockdown sangat penting dilakukan untuk memitigasi dan melokalisir penyebaran virus Corona agar tidak meluas ke berbagai daerah yang lain yang belum terpapar.

Dengan kondisi penyebaran virus corona yang saat ini semakin meluas, menurut saya dibutuhkan tindakan sigap dari pemerintah indonesia untuk meredam kepanikan di tengah masyarakat. Di antaranya, dengan mengambil langkah-langkah pencegahan menyeluruh dengan melakukan penutupan ruang publik melalui strategi lockdown/isolasi dan edukasi yang bertujuan untuk mengembalikan lingkungan yang sehat. Terlebih keselamatan dan kesehatan bagi warga negara Indonesia adalah prioritas utama di samping berbicara perihal dampak ekonomi dan lainnya,” ujar Sudarto di Pangkalpinang.

Adapun konsep lockdown yang dimaksud Sudarto hanya sebatas untuk mengisolasi beberapa daerah yang benar-benar sudah darurat terkait penyebaran virus coronaa. Dengan demikian, ada batasan khusus wilayah yang di-lockdown dan bukan negara secara keseluruhan.

“Wilayah yang ditetapkan untuk di-lockdown nantinya akan memberhentikan kegiatan-kegiatan yang bersifat massal. Sementara aktivitas pekerjaan sehari-hari maupun kepentingan pelayanan kesehatan tetap bisa dilakukan dengan menerapkan strategi social distancing,” usul Sudarto.

Namun demikian, diakui Sudarto, dengan adanya kebijakan penutupan ruang publik untuk sementara waktu (lockdown), dikhawatirkan berpotensi mereduksi hak atas kebebasan berkumpul. Oleh karena itu, guna mengakomodasi metode penanganan ini, maka pemerintah mengeluarkan payung hukum yang dijadikan dasar dalam penerepan strategi lockdown tersebut.

“Akan tetapi mengingat dari segi keterbatasan waktu, kondisi faktual dilapangan penyebaran virus corona sudah bersifat masif dan cepat, maka membutuhkan tindakan yang cepat pula. Pilihan untuk mengakomodasi metode penangan menggunakan payung hukum undang-undang tidaklah efektif dilakukan karena membutuhkan proses yang tidak sebentar. Oleh karenanya, pilihan tercepat ialah melalui pengeluaran Surat Edaran dari Kementerian terkait untuk menutup akses perkumpulan sesuai dengan bidang yang berada dibawah naungannya,” tambah Sudarto

Selain opsi lockdown, strategi “edukasi” dinilai Sudarto juga penting dilakukan untuk meredam kondisi kepanikan yang kian luas di masyarakat. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui peranan media “Press Release” yang diprakarsai oleh pemerintah untuk selalu transparan dengan terus memperbaharui informasi tentang perkembangan kasus corona. Selain itu, sosialisasi juga perlu dilakukan dalam bentuk tindakan preventif, yakni tentang pencegahan penyebaran virus corona menggunakan seluruh platform media yang perkembangannya disampaikan langsung melalui siaran pers.

“Saya mengharapkan pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi, komunikasi dan edukasi yang efektif kepada masyarakat terkait kesiapannya menghadapi dampak virus Corona. Termasuk, kesiapan stok pangan dan bahan pokok lain sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dengan menggerakkan semua elemen inti yang berkaitan langsung terhadap tanggungjawab dalam memberikan fasilitas pelayanan kesehatan,” tegas Sudarto.

Selain itu, Sudarto juga mengingatkan bahwa perang melawan corona adalah tanggungjawab bersama semua elemen yang ada pada bangsa ini melalui penanganan yang bersifat lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas yang bersifat integral bukan parsial dengan melibatkan segenap elemen yang ada untuk memberikan informasi-informasi akurat dan mendidik pada masyarakat sebagai strategi dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.

Mari bangun kebersamaan, jauhkan persaingan politik yang bersentimen pada suatu kelompok yang fanatik karena keselamatan warga negara lebih utama dari pada permainan retorika yang berdampak pada perpecahan bangsa. Musuh terbesar kita bukan virus itu sendiri, tetapi ketakutan, rumor, dan stigma yang berujung pada kondisi kepanikan di negeri ini. Kekuatan terbesar kita adalah fakta, penjelasan (ilmiah), dan solidaritas. Inilah yang harus kita tanamkan bersama sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran virus corona,” tutu Sudarto. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, HMI Komisariat Pertiba Pangkalpinang Dukung Langkah Penutupan Akses Bandara dan Pelabuhan di Babel

Pangkalpinang – Jumlah pasien terjangkit Covid-19 di Indonesia