Warga Suak Nie Kesal, Air Pamsimas I Tak Berfungsi

Warga Suak Nie Kesal, Air Pamsimas I Tak Berfungsi

0

“Program Pasimas I Tak Aliri air ke Rumah Warga”

wali-news.com, Meulaboh – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) ke III dinilai sia-sia, lantaran akses aliran air tidak berfungsi sama sekali.

Salah satunya di Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pelayanan air bersih dari program Pamsimas III tidak mengalir sampai ke rumah warga, sambungan pipa serta kran air yang dipasang hingga ke rumah melalui program tersebut tidak berfungsi sama sekali.

Maini, warga Desa Suak Nie mengatakan, air hanya mengalir di pipa yang berhubungan langsung dengan tangki air yang dekat saja, sementara pipa sambungan yang menuju rumah warga tidak ada air bersih yang mengalir.

“Yang dekat tangki saja yang mengalir, jadi kami cuma manfaatkan yang di sana saja, kalau yang di rumah tidak ada, jika air sumur tidak bisa digunakan karena keruh,” katanya, Minggu (23/12/2018).

Di lokasi pembangunan Pamsimas banyak pula terdapat pipa bekas pembangunan yang terbuang sia-sia.

Maini mengungkapkan, akses aliran air di dekat sumber air hanya mengalir sebentar saja, kini warga di Desa Suak Ni tidak lagi menikmati air bersih dari program Pamsimas III.

“Sanyo nya hidup, tapi airnya tidak mengalir, jadi tidak bisa digunakan lagi,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekdes Suak Nie, Ali mengatakan, Pembangunan Pamsimas menghabiskan anggaran hingga Rp 292 Juta, namun akses air bersih juga tidak dirasakan warga.

“Tidak mengalir sampai ke rumah air, jadi pembangunan Pamsimas itu sia-sia, tidak ada manfaat buat warga, habiskan anggaran saja, pipanya ada dipasang sampai ke rumah,” katanya.

Dikatakannya, dari program Pamsimas III hanya dianggarkan Rp 252 Juta, namun masih kurang sehingga harus memaki anggaran desa sebesar Rp 40 juta. Namun mamfaat dari pembanguan akses air bersih itu tidak dirasakan warga.

Pembangunan Pamsimas selesai pada bulan Oktober tahun 2017 lalu, pembangunan awal dimulai pada bulan Juni, proyek tersebut dikerjakan oleh pelaksana kegiatan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM). Kendatipun hingga saat ini warga belum merasakan akses air bersih dari program tersebut.

“Sebanyak 23 rumah di desa kita tidak pernah dialiri air bersih pamsimas, ada yang dialiri sebanyak 12 rumah, tapi sebentar sekarang tidak pernah lagi,” katanya. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Wali-news.com, Aceh Tamiang – Petugas gabungan yang terdiri